Halo kamu, siapapun yang sedang menyempatkan diri melihat tulisan acak-acakan saya! :)
Ada rasa yang begitu aneh saat sedang duduk tengkurap di depan laptop saat ini. Ada yang begitu isengnya membuat kepala saya seperti diputari burung-burung khas tayangan animasi anak. Ada pula yang membuat saya senyum lalu sedih lagi. Ah, kenapa sih saya ini? PMS bukan. Lalu? Mungkin sindrom seminggu sebelum kepergian ke kota satu itu, dan meninggalkan rumah selama 1,5 bulan lamanya.
Keke? Tinggal sendiri? Yakin bisa?
Tuesday, June 4, 2013
Sunday, April 14, 2013
Menjaga
Aku sangat sedang merindukan tulisan namun sayangnya aku sedang tidak bisa lancar menulis. Beberapa kali kusempatkan untuk blogwalking, setidaknya aku masih bisa menguyah sekumpulan tulisan indah dari orang-orang yang kutemui di dunia jaringan bernama internet ini. Dan anehnya, dari sekian tulisan yang sempat kubaca, sebagian besar adalah tentang kehilangan dan perasaan yang amat sulit untuk dideskripsikan karenanya.
Apakah kamu pernah merasakan kehilangan beberapa orang istimewamu dalam hanya jangka waktu 10 tahun? Aku sendiri tidak pernah terbayang akan hal itu. Namun, ada dari kita yang pernah melewatinya dengan sekumpulan perasaan yang dia pikir tidak akan ada orang yang mengerti perasaannya saat itu, atau bahkan sampai kini. Beberapa dari kita mungkin tidak pernah menyadari tentang berharganya seseorang dalam hidup kita, terdengar klise, namun untuk kali ini sepertinya ini serius. Ah ya, susah sekali untuk meyakinkan.
Apakah kamu pernah merasakan kehilangan beberapa orang istimewamu dalam hanya jangka waktu 10 tahun? Aku sendiri tidak pernah terbayang akan hal itu. Namun, ada dari kita yang pernah melewatinya dengan sekumpulan perasaan yang dia pikir tidak akan ada orang yang mengerti perasaannya saat itu, atau bahkan sampai kini. Beberapa dari kita mungkin tidak pernah menyadari tentang berharganya seseorang dalam hidup kita, terdengar klise, namun untuk kali ini sepertinya ini serius. Ah ya, susah sekali untuk meyakinkan.
Saturday, March 16, 2013
Bingkisan
Pintu satu itu terketuk kembali, kencang tidak karuan. Aku membukakannya lalu menerka-nerka apa lagi maksud kedatangannya. Dari penampilannya yang begitu menawan, dengan mudahnya aku terseret untuk segera mengiyakan apa maunya. Sesuatu yang memang aku harapkan bertahun-tahun. Seperti kehilangan akal, bahagiaku meledak seakan-akan aku telah berhasil mendapatkannya. Padahal yang kuterima baru bingkisan dengan kertas kado daun maple, belum tahu isinya. Berhari-hari aku memikirkannya, apakah perlu aku buka secepatnya bingkisan ini atau kediamkan lebih dahulu. Dalam separuh waktuku memikirkannya, datang lagi bingkisan dengan bungkus yang transparan. Yang satu ini sudah pasti, jelas akan sangat bisa aku miliki. Aku hanya diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantaranya. Rasanya tidak bisa tidur.
Monday, February 4, 2013
Hai, kamu!
Hening, aku sedang hanyut dalam sebuah rasa. Ketika setiap jarum di jam weker pemberianmu melangkah, terbersit lagi kamu, ya selalu kamu. Kupikir tadinya suatu saat aku mampu berjauhan denganmu paling tidak seminggu atau sebulan. Tapi nyatanya, 3 hari pun rasanya sudah membuat gak karuan begini. Kadang aku heran apa yang bisa membuatmu begitu berpengaruh dalam setiap detikku. Yap, satu-satunya pertanyaan yang masih belum bisa kutemukan alasannya. Mungkin karena bersamamu, pemandanganku punya warna baru, tidak lagi hitam-putih yang sebenarnya juga karena kamu :p
Wednesday, January 23, 2013
Amerika
Aku merasakannya lagi, setelah baru saja kukubur dalam-dalam
mimpi itu. Menginjak tanah daratan benua itu, Amerika namanya. Mimpi yang
kurasa bertahan paling lama di pikiranku, di jiwaku. Lama, karena sulit
menggapainya. Tiga tahun lalu, setelah membaca sebuah karya yang menurutku
sangatlah berharga, karena mampu menggetarkan hatiku. Buku yang membuatku berani
memiliki mimpi. Berani mencari-cari beasiswa untuk bisa hadir disana. Di tengah
taman dengan pohon maple yang sedang berguguran daunnya, dengan pemandangan air
terjun niagara yang begitu dekat, sangat dekat. Aku menyukai bacaan-bacaan yang
berlatar luar negeri, dari Asia sampai Amerika. Begitu juga dengan buku-buku
berlatar negara-negara di Eropa. Namun, sungguh aku hanya tertarik pada benua
satu itu, yang ditemukan Christoper Colombus 71 tahun lalu.
