Showing posts with label FF. Show all posts
Showing posts with label FF. Show all posts

Sunday, September 6, 2015

Mimpi Buruk

Bahagia itu indikatornya banyak. Salah satunya adalah bisa memiliki kualitas tidur yang baik. Belakangan ini, waktu tidurku menjadi lebih baik. Maksudnya, aku tidak perlu berlama-lama duduk di atas tempat tidur untuk menunggu kantuk datang. Tidak pula perlu memikirkan beberapa kekhawatiran yang menghabiskan sebagian dari kapasitas pikiranku. Akhirnya masa ini datang kembali. Aku menjadi mudah tidur, persis sesudah pulang kerja dan selesai bersih-bersih. 


Kebahagiaan lainnya, aku jadi sudah sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah mimpi buruk. Tidak seperti banyak bulan lalu, bayangan-bayangan ketakutanku menjadi skenario mimpi yang menyebalkan. Ternyata mimpi itu sesuai dengan suasana hati. Ketika begitu banyak hal yang sedang ditakuti, mimpi juga menjadi menakutkan. Bahkan ada keinginan untuk tidak tidur saja, karena takut bermimpi. Sebalnya lagi, dari sekian banyaknya hari, mimpi-mimpi buruk datang dengan plot dan tokoh yang kebanyakan sama. Entah itu bunga tidur atau petunjuk? Aku tidak tahu.

Friday, September 4, 2015

Ini Rahasia

Society6

Sesudah menulis judul postingan ini, aku malah masuk ke kotak pencarian postingan berjudul 'rahasia'. Ternyata aku pernah menuliskan postingan dengan judul yang sama, namun pastinya di waktu yang tidak berdekatan dan kondisi yang jauh berbeda.
Ini rahasia. Kamu diam-diam saja ya saat selesai membacanya.


Kamu percaya tidak kalau aku dapat meramalkan satu dua kejadian untuk masa depanku? Aha! Setiap orang tentu pernah meramal, atau mengira-mengira secara tidak sengaja. Ajaibnya ramalanku seringkali benar. Oh ya, tidak sembarangan loh untuk bisa begitu. Kamu perlu punya rumus. Nih, aku beri tahu.

Saturday, October 27, 2012

Rahasia


Kamu tahu apa yang dimaksud rahasia? Iya, sesuatu yang disimpan rapat-rapat tanpa ada yang tahu kecuali dirimu sendiri. Tapi rahasia kali ini kubagi dengan sahabatku. Apakah namanya masih rahasia?  Biarlah, bagiku ini masih rahasia. 
Ah, itu tadi hanya sebersit pikiran yang mengantarku menuju pintu masuk Fakultas yang dulunya sempat dinamakan Fakultas Sastra. Pagi ini begitu menyenangkan, sama seperti pagi-pagi sebelumnya.
Tiba sudah aku di tahun ketiga masa perkuliahan, bersama mereka yang memberikanku definisi bahagia. Aku bingung harus memulainya darimana. Yang kurasakan saat ini, kehidupan kuliah kadang begitu sulit hingga membuat kata tidak lagi mampu meredam lelah, hingga air mata pun jatuh sebagai gantinya. Namun bersama mereka, aku dapat merasakan tawa setelah tangis yang begitu panjang. Segalanya bisa terjadi dengan mereka, dari mulai yang konyol hingga yang begitu serius. Aku merasa begitu hidup. Mengenal mereka seperti menemukan oase di tengah panasnya sahara. Sungguh melegakan. Mereka adalah ritme yang membuat hidupku lebih bernada. Mengenalkanku pada keindahan melodi sederhana yang ada karena daya bersama.
Mengenal mereka, membuatku lupa dengan kata ‘sunyi’. Namun mengingatkanku tentang masa depan, yang mungkin mengharuskan kita untuk tidak bersama lagi. Kita berlari dengan arah yang berbeda, sesuai tujuan yang kita pernah bicarakan saat masih duduk di bangku semester tiga.
Aku sampai lupa dengan rahasia itu. Satu hal yang perlu kamu tahu, rahasia itu ada diantara mereka dan kepada salah satu diantara mereka. Karena yang tahu tentang ini hanya sahabatku, izinkan aku untuk kembali menyimpannya rapat-rapat.
Flash Fiction ini dipersembahkan untuk NBC UI

Senjaku


Menginjak senja. Aku masih terduduk pasrah di lorong yang terasa begitu kosong ini, koridor gedung VIII FIB. Mataku berlarian melihat sekelebatan orang berlalu lalang dengan santainya tanpa memperhatikanku. Sudah limaratusan hari kuhabiskan dengan menyender di tembok berbatubata merah ini. Sulit rasanya ketika harus mengingat ratusan hari yang lalu, ketika kita sama-sama menatap senja dari celah pohon besar yang aku lupa nama ilmiahnya. Disini juga, kita pernah saling menunggu siapa yang ingin berbicara lebih dulu, menebak-nebak apa yang sebenarnya ada di pikiran kita. Suatu kesempatan yang menyenangkan bisa berbagi dunia denganmu, terlepas dari kondisi kita saat itu.
Mengenai pertanyaan siapa yang paling benar dan yang paling salah selalu saja berkeliaran pada rongga otakku. Apakah wajar bila sungai yang kering mengharap dialiri air terus-menerus pada hujan yang hanya datang 6 bulan dalam setahun? Apa mungkin sungai terlalu menaruh harapan kepada apa yang sebenarnya tidak bermaksud memberi harapan, hanya memang sudah kepastiannya seperti itu? Aku benar-benar tidak paham tentang ini. Sungguh. Naluri kadang terhambat dengan egoku sendiri. Membuat kemungkinan-kemungkinan menyenangkan atas kejadian-kejadian sederhana denganmu. Tenggelam dalam ilusi ciptaanku sendiri.
Aku masih terduduk pasrah di lorong yang terasa begitu kosong ini, koridor gedung VIII FIB. Melihatmu jalan berdampingan dengan sahabatku. Kukira drama seperti ini hanya ada di kotak ajaib bernama televisi, nyatanya sekarang aku memainkan peran dari cerita ini. Hilang sudah dalam kamusku arti ‘sakit hati’. Aku sudah begitu mati rasa menyaksikan pemandangan yang sama di setiap senja. Ratusan hari duduk disini membuatku mengerti, hanya senja yang menjadi saksi atas perasaanku.
Flash Fiction ini dipersembahkan untuk NBC UI

 
Designed by Beautifully Chaotic