Showing posts with label poetry. Show all posts
Showing posts with label poetry. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Hot Chocolate

Now, i have hot chocolate 
Taste like new hershey's variant
It melts in my mouth
Tell me that the world just like chocolate
Too sweet if i can get it all

Black coffee was so yesterday
Bitter than any beverages on the earth
Made me so insomnia day by day
So cruel, eh?

But, hey
I should add any creamer to my cup
Greedy was so not me
It's enough sweet for me

Sunday, October 13, 2013

Berobat kepada Alam

Untuk setiap hati yang sedang sunyi, berbaringlah di atas sekawanan daun hijau
Kata orang, padang rumput namanya
Lalu menataplah ke atas, dimana lampu-lampu bumi berasal
Oh ya, kekelaman pun bermula dari sana
Jangan berhenti, terus menatap dan diam sejenak
Lihatlah ada sesuatu yang cerah di sela-sela kapuk putih keabu-abuan
Silau bukan?
Meskipun tidak sebagus warna kuning yang berasal dari cangkang telur

Angin menarik daun-daun tua bersamanya
Ada ikhlas di setiap yang terbang
Memberi kesempatan yang muda bergantian
Benang sari bahagia melayang-layang
Beberapa bersujud kepada angin
Sedikit banyak bantuannya menghidupkan generasinya

Awan menggulung-gulung
Doaku terus meluncur dengan papan harapan
Agar sesak ini tidak membusuk di dada
Gusar terus memerangi
Hingga burung-burung terbang pulang ke rumahnya
Terima kasih atas telinga serta keindahanmu
Obat gundah yang kuakui malu-malu

Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang di selenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika (http://lomenulis.com/post/62784084100/lomba-menulis-dalam-bentuk-apa-pun-dl-31-okt-2013)

Friday, October 4, 2013

2050

Retno Andini 10/4/2013


Meringkuk
Diam sendiri
Temaram lampu malam ini gila
Sakit mata aku dibuatnya
Makin sulit menggores tinta
Kertasku tercoret-coret asal
Tidak jelas

Komputer?
Apa itu?
Hilang guna benda itu
Kembali ke jaman purba
Hanya ada air dan api
Habis semua
Karena kau!
Kalian
Kita semua

Monday, August 19, 2013

Nyatakah?

Retno Andini, 8/19/2013

Senja menyusup lewat celah-celah jam dinding
Mengetuk papan bernama hati untuk tenang
"sudah jangan dipikirkan", katanya
Serangkaian alfabet berhenti meluncur dari bibir
Namun bergumulan di pojok organ satu itu

 
Designed by Beautifully Chaotic