Wednesday, October 11, 2023

Apa Kabar 2023?

Halo, assalamualaikum! 
Membuka tulisan selalu jadi momen paling bingung mau memulai dari mana, karena terlalu banyak yang ingin diceritakan. Mungkin dimulai dari mengingat-ingat lagi, alasan awal aku membuat blog ini. Tentunya bukan karena keinginan sendiri, tapi pure untuk memenuhi tugas kuliah S1 saat semester 1 dan berlanjut dengan postingan curhatan aku sebagai mahasiswa yang kuliah-pulang-proyekan-liburan sesekali. Sampai akhirnya postingan lainnya tentang cerita yang agak personal, acara seru komunitas blog, dan hal-hal eksplisit lainnya ikut bergabung meramaikan juga. Nggak terasa, blog ini sudah menemaniku dari fase remajaku and now aku udah jadi istri orang! 🥳 Terima kasih blog sudah mengikuti perjalananku yang super panjang tapi insya Allah selalu ada kebaikan di dalamnya. Ehe.

Selama dua tahun terakhir, begitu banyak kejadian pada kehidupanku. Cerita sedih dan bahagia bergantian datang serta berbagai peran baru yang menetap hingga saat ini. Tiba-tiba aku kembali menjadi mahasiswa pada tahun 2022, dengan segala perjuangan dan penuh kejutan. Perjalanan yang alhamdulillah mendapatkan dukungan dari kantor untuk memperbolehkanku lanjut kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Dan kejutan lainnya adalah adanya dukungan dana pendidikan dari Pemprov Jabar melalui program JFLS (Jabar Future Leader Scholarship) yang membiayai kuliahku sampai lulus nanti. Kapan-kapan aku bakal bikin postingan khusus soal JFLS ya! 

Anyway kadang terasa hidupku ada lucu-lucunya. Sejak lahir, aku tumbuh dan besar di Jawa Barat. Meskipun tempat tinggalku di Bekasi pinggiran yang lebih dekat dengan Jakarta, aku tetap merasakan bagaimana rasanya jadi siswa sekolah di Jabar ketika itu. Misalnya saat ada pelajaran Basa Sunda pada kurikulum SD sebagai muatan lokal. Walaupun sehari-hari di rumahku menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi Basa Sunda menjadi bahasa lain yang memiliki ruang sendiri di keseharianku. Belasan tahun berikutnya ketika aku sudah menjadi pekerja, kembali ada kejadian lucu. 

Pada tahun 2019, aku tidak sengaja bertemu walikota Bandung ketika itu, Bpk. Ridwan Kamil di salah satu toko buku di bandara. Akhirnya kita foto bersama --dengan didorong-dorong senior kantor. Oh ya saat itu aku sedang mau melakukan perjalanan dinas ke Solo. Rasanya awkward sekali ketika aku berada di rak sebelah  beliau yang sedang dijelajahi. Kata seniorku itu, setiap hal yang kita lalui pasti akan ada hubungannya pada momen yang lain. Pada tahun 2022, aku mendapatkan beasiswa JFLS dari Pemprov Jabar saat Bpk. Ridwan Kamil menjabat sebagai Pak Gubernur. Mindblowing. Sejak saat itu aku jadi percaya kalau semua hal yang terjadi pada kita adalah pertanda. Seperti yang diceritakan Dewi Lestari pada salah satu karyanya.

Kemudian aku menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa S2 yang ternyata tidak semudah itu wkwk! Begitu banyak hal yang perlu diadaptasikan. Aku perlu memiliki manajemen waktu yang baik, membiasakan diri membaca jurnal dan buku-buku berbahasa Inggris, dan terus menguatkan diri untuk bisa survive in this field. Karena ternyata kita harus dalam survival mode terus menghadapi hantaman deadline yang asdfghjkl. Anyway hal mengejutkan lainnya adalah aku bisa seangkatan dengan dua orang teman kuliahku saat S1 dulu. Lucu banget. Karena kita nggak janjian dan sama-sama nggak berencana penuh untuk mengambil kuliah di tahun itu. Nyatanya, takdir yang mempertemukan~

Saat aku mulai menikmati perjalanan kuliahku yang sangat berbeda vibesnya dengan S1, muncullah rencana menikah! Sehingga, masa-masa semester keduaku yang penuh dengan deadline tugas dan artikel berbarengan dengan persiapan menikah. Huehe. Tinggal pinter-pinternya aku untuk stay sane supaya kepala dan hati sama-sama adem. Walau pasti ada momennya, habis selesai tugas presentasi eh besoknya lamaran. Dan ada juga momen saat bulan puasa, aku baru pulang mengurus berkas dari KUA eh sampai rumah langsung on gmeet buat kuliah. Tahan oleng gak tuh. 😂 But then, alhamdulillah sudah terlewati dengan baik-baik saja~

Pada liburan semester 2, akhirnya aku dinikahi seorang laki-laki yang sebenarnya gak asing-asing banget. Banyak banget momen-momen yang bikin aku bengong kalau mikir "kok aku bisa nikah sama dia?". Karena ternyata circle kita banyak beririsan, hanya saja baru bertemunya belum lama. Alhamdulillah I married to this guy. Doakan semoga pernikahan kami sakinah, mawaddah, warahmah ya! 🥰

And now, aku menjalani kehidupan sebagai seorang istri sekaligus mahasiswa. Ternyata menikah memang gerbang baru untuk belajar berbagai hal, karena banyak sekali tanggung jawab yang turun (dari langit ga?). I wish I can be better everyday. Semangat untuk diriku sendiri dan pembaca yang sama-sama sedang belajar panjang memasuki gerbang pernikahan.

Semoga jalan ke depan lebih terang dan mudah bagi kita yang sungguh-sungguh. Terima kasih banyak sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca. ❤️
Wassalamualaikum.

8 comments:

Hapudin said...

Manajerial waktu karena peran yang ganda (sebagai istri, sebagai pembelajar) pasti amat menantang. Semangat terus Kak. Semoga lancar dengan perjuangan yang sedang dilakukan saat ini :)

Anisa said...

Wah pokoknya harus tetap semangat nih ya, Mbak menjadi istri dan juga mahasiswa

Dina said...

Keren banget nih, Mbak bisa membagi waktunya antara kuliah dan juga kewajiban di rumah

Indra said...

Saya juga pingin nih, Kak melanjutkan pendidikan hihi. Tapi masih belum kepikiran lagi

Lina said...

Mengatur waktu antara rumah dan kuliah memang sangat penting nih ya, Kak

Sasa said...

Wah selamat nih, Kak sudah jadi istri orang nih. Pokonya harus selalu semangat ya

Macie D said...

Thhanks great blog

Levi said...

Lovee this

 
Designed by Beautifully Chaotic