Assalamualaikum, bloggers!
Menghitung hari menuju pergantian tahun, nih. Kayaknya seru ya kalau diisi dengan menonton film-film Indonesia yang berkualitas. Dalam bulan ini, ada beberapa film Indonesia yang resmi ditayangkan di bioskop-bioskop. Salah satunya adalah sekuel dari 99 Cahaya di Langit Eropa, yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Sounds good, rite?
Wednesday, December 16, 2015
Friday, November 20, 2015
Meet Hana
Heran. Sering sekali aku disebut kepo. Padahal,
kupikir kepo yang kulakukan itu banyak manfaatnya. Mirip-mirip kayak
multivitamin ya. Hahaha.
Setahun lalu, setelah selesai menandatangani
kontrak kerja, naluri itu muncul. Rasanya penasaran sekali dengan
suasana kerja kantorku nantinya. Kemudahan akses internet membantuku
untuk mencari tahu.
Halaman depan Google menyapa hangat. Ku ketik
beberapa keyword untuk mencari tahu work culture kantorku yang
sekarang ini. Di halaman pertama hasil pencarian, aku malah menemukan
link tumblr seseorang yang terlihat mendeskripsikan informasi yang
kubutuhkan. Wah, senang sekali. Akhirnya kutelusuri halaman
tumblrnya.
Yes, She is. Namanya Hana Bilqisthi. Ternyata dia
calon teman sedivisi. Suka bercerita di tumblr dan blog. Sama-sama
anak UI. Penampilannya seperti anak-anak rohis yang biasa kulihat.
Itulah informasi awal yang kudapatkan melalui halaman mayanya.
Friday, October 30, 2015
Terus Berlayar
Ketika diminta untuk memilih "Gunung atau laut?"
Tentu aku akan menjawab laut dengan yakin. Banyak alasan yang tidak kamu tahu soal alasanku memilih laut sebagai tempat berdiam diri sementara waktu.
Laut lebih dari sekadar tempat wisata dan mencari uang. Di tengah laut, aku merasakan ada makna yang lebih dalam soal kehidupan.
Untuk berkenalan dengan laut, aku perlu bersahabat dahulu dengan kapal. Banyak macamnya, tapi hari itu aku mendapatkan kesempatan untuk mempercayai kapal kayu sebagai sarana migrasi.
Kapal kayu mungkin tidak mampu membuatmu nyaman akan fasilitas yang ditawarkan. Tapi ia mampu memberikan sensasi lain yang tidak kamu harapkan.
Tentu aku akan menjawab laut dengan yakin. Banyak alasan yang tidak kamu tahu soal alasanku memilih laut sebagai tempat berdiam diri sementara waktu.
Laut lebih dari sekadar tempat wisata dan mencari uang. Di tengah laut, aku merasakan ada makna yang lebih dalam soal kehidupan.
Untuk berkenalan dengan laut, aku perlu bersahabat dahulu dengan kapal. Banyak macamnya, tapi hari itu aku mendapatkan kesempatan untuk mempercayai kapal kayu sebagai sarana migrasi.
Kapal kayu mungkin tidak mampu membuatmu nyaman akan fasilitas yang ditawarkan. Tapi ia mampu memberikan sensasi lain yang tidak kamu harapkan.
Friday, October 16, 2015
White Lies
Saat lagi berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, tiba-tiba saja suka bermunculan pikiran-pikiran random di kepalaku. Kebanyakan dari pikiran itu berupa pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menghinggapi pikiranku belakangan ini adalah "Bagaimana kalau seluruh orang dunia ini berani jujur?"
Bagaimana ya kira-kira? Sejauh ini insya Allah, aku selalu berusaha untuk jujur. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga lho aku nggak melakukan white lies untuk beberapa kebaikan. Sementara itu aku masih kerap berpikir kalau semua orang tidak lagi melakukan white lies supaya dunianya benar-benar diselimuti kejujuran, it will be good? Are you sure?
Secara nggak sadar, kita, dalam hal ini aku, pasti pernah secara tidak sengaja melakukan kejahatan berbalut kebaikan bernama white lies itu. Contohnya seperti anak rantau yang tinggalnya jauuuuh dari rumah orangtuanya. Suatu ketika anak itu mendapat telepon dari ibunya "Assalamualaikum, nak. Kamu gimana? Sehat? Uang masih ada kan?"
Bagaimana ya kira-kira? Sejauh ini insya Allah, aku selalu berusaha untuk jujur. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga lho aku nggak melakukan white lies untuk beberapa kebaikan. Sementara itu aku masih kerap berpikir kalau semua orang tidak lagi melakukan white lies supaya dunianya benar-benar diselimuti kejujuran, it will be good? Are you sure?
Secara nggak sadar, kita, dalam hal ini aku, pasti pernah secara tidak sengaja melakukan kejahatan berbalut kebaikan bernama white lies itu. Contohnya seperti anak rantau yang tinggalnya jauuuuh dari rumah orangtuanya. Suatu ketika anak itu mendapat telepon dari ibunya "Assalamualaikum, nak. Kamu gimana? Sehat? Uang masih ada kan?"
Monday, October 12, 2015
Berat Banget!
HAI!
Akhirnya bisa mampir lagi setelah melewati hari-hari yang lumayan tzibug.
Oh ya bloggers, pernah gak sih ngerasa kalau hidup kamu yang sekarang itu berat banget? Kayak misalnya, tiba-tiba tugas kuliah terasa amat ribet dan bikin pusing, tugas kantor yang mendadak buanyak, atau masalah pribadi yang menyita waktu banget buat dipikirkan seharian. Pernah gak?
Gue pernah. Iya, pernah banget.
Ketika dapat tugas yang menurut gue beraaaaaat banget, gue pesimis.
"Duh, ini berat banget. Masa iya gue sanggup?"
"Gak yakin deh ini bakal kelar dalam sekian bulan."
"Nyerah aja apa gue?"
Waktu gue lumayan habis untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk kayak di atas. Sampai pada akhirnya, gue mencoba untuk mulai mengerjakan sedikit-sedikit.
Akhirnya bisa mampir lagi setelah melewati hari-hari yang lumayan tzibug.
Oh ya bloggers, pernah gak sih ngerasa kalau hidup kamu yang sekarang itu berat banget? Kayak misalnya, tiba-tiba tugas kuliah terasa amat ribet dan bikin pusing, tugas kantor yang mendadak buanyak, atau masalah pribadi yang menyita waktu banget buat dipikirkan seharian. Pernah gak?
Gue pernah. Iya, pernah banget.
Ketika dapat tugas yang menurut gue beraaaaaat banget, gue pesimis.
"Duh, ini berat banget. Masa iya gue sanggup?"
"Gak yakin deh ini bakal kelar dalam sekian bulan."
"Nyerah aja apa gue?"
Waktu gue lumayan habis untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk kayak di atas. Sampai pada akhirnya, gue mencoba untuk mulai mengerjakan sedikit-sedikit.
