Friday, October 30, 2015

Terus Berlayar

Ketika diminta untuk memilih "Gunung atau laut?"

Tentu aku akan menjawab laut dengan yakin. Banyak alasan yang tidak kamu tahu soal alasanku memilih laut sebagai tempat berdiam diri sementara waktu.

Laut lebih dari sekadar tempat wisata dan mencari uang. Di tengah laut, aku merasakan ada makna yang lebih dalam soal kehidupan.

Untuk berkenalan dengan laut, aku perlu bersahabat dahulu dengan kapal. Banyak macamnya, tapi hari itu aku mendapatkan kesempatan untuk mempercayai kapal kayu sebagai sarana migrasi.

Kapal kayu mungkin tidak mampu membuatmu nyaman akan fasilitas yang ditawarkan. Tapi ia mampu memberikan sensasi lain yang tidak kamu harapkan.

Friday, October 16, 2015

White Lies

Saat lagi berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, tiba-tiba saja suka bermunculan pikiran-pikiran random di kepalaku. Kebanyakan dari pikiran itu berupa pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menghinggapi pikiranku belakangan ini adalah "Bagaimana kalau seluruh orang dunia ini berani jujur?"

Bagaimana ya kira-kira? Sejauh ini insya Allah, aku selalu berusaha untuk jujur. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga lho aku nggak melakukan white lies untuk beberapa kebaikan. Sementara itu aku masih kerap berpikir kalau semua orang tidak lagi melakukan white lies supaya dunianya benar-benar diselimuti kejujuran, it will be good? Are you sure?

Secara nggak sadar, kita, dalam hal ini aku, pasti pernah secara tidak sengaja melakukan kejahatan berbalut kebaikan bernama white lies itu. Contohnya seperti anak rantau yang tinggalnya jauuuuh dari rumah orangtuanya. Suatu ketika anak itu mendapat telepon dari ibunya "Assalamualaikum, nak. Kamu gimana? Sehat? Uang masih ada kan?"


Monday, October 12, 2015

Berat Banget!

HAI!

Akhirnya bisa mampir lagi setelah melewati hari-hari yang lumayan tzibug. 
Oh ya bloggers, pernah gak sih ngerasa kalau hidup kamu yang sekarang itu berat banget? Kayak misalnya, tiba-tiba tugas kuliah terasa amat ribet dan bikin pusing, tugas kantor yang mendadak buanyak, atau masalah pribadi yang menyita waktu banget buat dipikirkan seharian. Pernah gak?

Gue pernah. Iya, pernah banget.

Ketika dapat tugas yang menurut gue beraaaaaat banget, gue pesimis.
"Duh, ini berat banget. Masa iya gue sanggup?"
"Gak yakin deh ini bakal kelar dalam sekian bulan."
"Nyerah aja apa gue?"

Waktu gue lumayan habis untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk kayak di atas. Sampai pada akhirnya, gue mencoba untuk mulai mengerjakan sedikit-sedikit.

Monday, September 28, 2015

Rasa Penasaran


Bagaimana rasanya dua orang yang saling mencintai tapi tidak pernah mencoba untuk berkomitmen?
Rasanya jelas, gregetan dan penasaran.

Anehnya, semesta tidak mengijinkan mereka untuk berkomitmen. Padahal keduanya memiliki perasaan yang sama persis. Ketika si perempuan menunggu si laki-laki untuk menyatakan langsung, si laki-laki ternyata sudah memiliki teman dekat perempuan. Begitu pun sebaliknya.


Sakit? Cuma mereka yang paham akan rasanya.


Sampai suatu ketika, si perempuan menikah dengan laki-laki lain. Menikah dengan umur yang amat muda. Setahun kemudian punya anak. Keluarga mereka terlihat bahagia.


Tiba-tiba sebuah kabar masuk ke ponsel si perempuan.


 “Tau gak, si X tunangan!”



Wednesday, September 23, 2015

21 dan Pencapaian


Sangat aneh rasanya ketika kita belum juga menyadari akan waktu yang telah tempuh di dunia dengan apakah sudah sesuai dengan jumlah pencapaian yang telah didapatkan. Itulah yang sering terpikirkan belakangan ini. Melihat banyaknya orang-orang dengan umur yang tidak jauh berbeda, bahkan cuma terpaut beberapa bulan dengan dengan kita, namun sudah mendapatkan banyak hal, membahagiakan banyak orang. Sebagai mahasiswa biasa yang aktivitasnya tidak jauh dari kuliah, mengerjakan tugas, ikut kepanitiaan sekali-kali, bekerja mencuri-curi pengalaman, dan senang-senang, terkadang lupa akan usia, meski target sudah tertulis di buku resolusi yang biasa diisi dengan penuh penghayatan di akhir tahun. Saat ini banyak sekali mimpi yang masih menumpuk, ditulis kembali pada resolusinya tiap bulan, bahkan tiap tahun. Tipikal takut mengambil resiko besar seperti saya, memang akhirnya mudah terhambat langkahnya. Semakin kesini, rasa waspada dan hati-hati disadari merupakan bagian dari kepribadian saya. Apalagi setelah mengikuti coaching clinic mengenai "personal branding" kemarin, saya semakin tahu dimana kelemahan dan bagaimana cara memperbaikinya untuk menjadi sesuatu yang unik, dan membuat saya berbeda dengan yang lain.

 
Designed by Beautifully Chaotic