Jadi, siapa sih yang akhir-akhir ini denger soal karyanya Pidi Baiq yang berjudul Dilan? Pasti pernah deh. Aku sendiri banyak sekali menemukan postingan di media sosial soal Dilan. Akhirnya penasaran, dan jadilah aku baca juga cerita dari Pidi Baiq dengan gaya bahasanya yang sederhana tapi indah itu.
Ekspektasi awal: duh, cerita masa SMA. Paling gitu-gitu ajah...
Akhirnya aku mulai membacanya di tengah jam-jam jenuh hampir pulang kantor, di rumah saat akhir pekan, dan di jalan menuju rumah dan kantor.
Novel ini kaya akan ilustrasi. Dari chapter awal yang merupakan bab perkenalan, kita diajak membayangkan tokoh-tokoh novel tersebut dalam beberapa ilustrasi muka bahkan full body yang digambarkan. Kebayang kok, Milea itu cantiknya gimana, Dilan gentle-nya kayak apa, dan Bi Asih selucu apa.

