Pagi yang tidak begitu cerah, namun tidak berarti mendung. Itu yang kulihat melalui jendela kamar dengan tirai belum tersibak seluruhnya. Hawa middle seperti ini menyenangkan, tidak perlu membuatku repot-repot menutupi wajah karena takut kena pancaran sang matahari.
Karena perjalanan menuju kantor terlalu sayang untuk dilewatkan dengan tidur, aku mencoba mengambil ponsel dari saku dan mencari simbol burung biru pada layar. Burung biru merupakan salah satu jejaring yang membuatku merasa tidak perlu takut ketinggalan informasi, terutama soal perkiraan cuaca dan moda transportasi. Salah satu akun terpercaya memuat sebuah kicauan tentang perkiraan cuaca. Mataku fokus terhadap wilayah Jakarta Pusat, yang katanya akan berawan seharian. Alhamdulillah, pikirku. Jadi aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan, mengeringkan, dan kembali melipat payung.
Thursday, March 26, 2015
Friday, March 13, 2015
Yang Kembali Terbangun
Kata orang, kita harus punya mimpi
Kata orang, kalo bisa yang setinggi langit
Kata orang, nggak ada kata terlambat
Yah, kata orang. Kalau kata kamu gimana? Hehe.
Sepertimya aku pernah beberapa kali memuat tulisan soal mimpi-mimpiku, dan ada mimpi yang belum juga terwujud sampai hari ini. Jadi bakal kutulis lagi disini, mungkin sampai benar terwujud.
Tahun lalu, aku diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan. Dan disini, aku bertemu dengan Hana, teman sedivisi yang ternyata berasal dari perguruan tinggi yang sama. Secara tidak sadar, ia telah membangunkan sebuah mimpi yang telah sengaja kukubur dalam-dalam beberapa kali.
Sampai hari ini ternyata aku masih memiliki keinginan yang kuat untuk yang satu ini. Silakan buka tulisan-tulisanku yang sebelumnya dengan tag: dream untuk mengetahui apa itu.
Kata orang, kalo bisa yang setinggi langit
Kata orang, nggak ada kata terlambat
Yah, kata orang. Kalau kata kamu gimana? Hehe.
Sepertimya aku pernah beberapa kali memuat tulisan soal mimpi-mimpiku, dan ada mimpi yang belum juga terwujud sampai hari ini. Jadi bakal kutulis lagi disini, mungkin sampai benar terwujud.
Tahun lalu, aku diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan. Dan disini, aku bertemu dengan Hana, teman sedivisi yang ternyata berasal dari perguruan tinggi yang sama. Secara tidak sadar, ia telah membangunkan sebuah mimpi yang telah sengaja kukubur dalam-dalam beberapa kali.
Sampai hari ini ternyata aku masih memiliki keinginan yang kuat untuk yang satu ini. Silakan buka tulisan-tulisanku yang sebelumnya dengan tag: dream untuk mengetahui apa itu.
Terlambat Lagi
Beberapa pagi yang lalu, emosiku dibuat campur aduk saat menunggu bus di salah satu shelter Transjakarta. Shelter tersebut adalah shelter pertama untuk menaikkan penumpang, artinya bus yang datang dipastikan kosong dan siap menampung calon penumpang yang buru-buru berangkat ke kantor. Setelah menunggu sekitar 15 menit, bus yang ditunggu pun datang. Buru-buru aku masuk sambil berkompetisi dengan ibu-ibu untuk mendapatkan bangku yang bukan bangku prioritas. Pada saat yang bersamaan, bapak-bapak dan ibu-ibu yang menunggu dari antrean laki-laki marah-marah karena pintu belakang tidak bisa terbuka. How comes? :(
Friday, February 20, 2015
Happy Day!
Hello, bloggers!
Sambil menunggu jam pulang kerja, ada baiknya mampir ke blogger sambil ngantuk-ngantuk.
Yeay! Hari ini aku masih merasakan ada bunga-bunga beterbangan. Spinning around~ Salah satu teman terbaikku saat SMA telah diperistri seseorang, laki-laki pilihannya. Tasha melangkahi seluruh anak di lingkaran kami untuk menikah duluan. Rasanya kayak percaya nggak percaya saat melihat perempuan berbaju adat di atas pelaminan itu teman bodoh-bodohanku dulu ketika di SMA. And yet, she's more beautiful in that day.
And i still remember that gold days when everyday feels like holiday in high school :'))
Kurang lebih enam tahun yang lalu, di bangku kelas dua SMA. Saat itu adalah hari pertamaku dimasukkan ke dalam kelas IPS. Masa-masa awal kita dipisah dengan teman kelas X yang ternyata berbeda jurusan. Saat itu aku gak merasa sedih saat tahun jadi 'anak IPS' yang selama ini identik dengan anak nakal dan malas. Haha bye stereotype! Ternyata sisa-sisa masa SMA kujalani dengan sangat menyenangkan di kelas IPS. Ditambah dengan mengenal beberapa teman saat kelas XI. Mereka yang sampai sekarang masih membuatku bingung, tapi tidak pernah membuatku menyesal karena pernah mengenalnya.
Sambil menunggu jam pulang kerja, ada baiknya mampir ke blogger sambil ngantuk-ngantuk.
Yeay! Hari ini aku masih merasakan ada bunga-bunga beterbangan. Spinning around~ Salah satu teman terbaikku saat SMA telah diperistri seseorang, laki-laki pilihannya. Tasha melangkahi seluruh anak di lingkaran kami untuk menikah duluan. Rasanya kayak percaya nggak percaya saat melihat perempuan berbaju adat di atas pelaminan itu teman bodoh-bodohanku dulu ketika di SMA. And yet, she's more beautiful in that day.
And i still remember that gold days when everyday feels like holiday in high school :'))
Kurang lebih enam tahun yang lalu, di bangku kelas dua SMA. Saat itu adalah hari pertamaku dimasukkan ke dalam kelas IPS. Masa-masa awal kita dipisah dengan teman kelas X yang ternyata berbeda jurusan. Saat itu aku gak merasa sedih saat tahun jadi 'anak IPS' yang selama ini identik dengan anak nakal dan malas. Haha bye stereotype! Ternyata sisa-sisa masa SMA kujalani dengan sangat menyenangkan di kelas IPS. Ditambah dengan mengenal beberapa teman saat kelas XI. Mereka yang sampai sekarang masih membuatku bingung, tapi tidak pernah membuatku menyesal karena pernah mengenalnya.
Saturday, January 10, 2015
Halo!
Eh, halo? Apa masih ada yang bolak-balik mengintip blog ini? Hihi semoga masih ada.
Jadi ini postingan pertama saya di 2015, setelah sekitar empat bulan nggak posting. EMPAT BULAN? Iya. Dalam rentang waktu tersebut, bukannya saya tidak sama sekali mampir ke blogger.com loh. Beberapa kali saya coba nulis dan beberapa kali juga saya save as draft tulisan-tulisan itu. Well, ternyata nulis memang butuh timing. Nggak bisa dipaksakan atau benar-benar curi-curi kesempatan di tengah kesempitan. Uh, sempit banget emangnya?
Belakangan ini saya sudah mulai punya kesibukan baru setelah officially graduated :p Ternyata beraktivitas di Jakarta jauh memakan waktu dan tenaga dibanding di Depok. Dari harus bangun dan berangkat lumayan pagi buta, kemudian rebutan kursi di Transjakarta.
You know, i feel like a ballerina every morning.
Kenapa? Karena yaaa selama naik Transjakarta, kesempatan untuk dapat kursi itu cuma sepersekian persen deh kalau naiknya bukan dari shelter pertama. Ehm, dari shelter pertama juga nggak jamin juga sih sebenarnya.
Why ballerina? Ketika saya harus berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, kadang kaki kiri sama kaki kanan jaraknya bisa jauh banget gitu, dan salah satu kaki kudu miring supaya tetap survive sampai shelter tujuan. Yeah, kaki bisa napak aja udah happy kok! Haha hello Jakartans!
Kalau dipikir-pikir dan dihitung-hitung, waktu aktivitas saya di Jakarta nyaris sama saja dengan ketika waktu di Depok dulu. Kalau dulu udah suka ngeluh "Aduh 19 mana sih? lama banget." atau "Depok mataharinya 10 kali nih." Sekarang jadi mikir 1000 kali buat ngeluhin itu lagi hahaha. Jakarta ya Jakarta, nggak bisa dibanding-bandingkan hebohnya. Jujur, saya menikmati segala cerita perjalanan dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, yang penuh akan drama itu. Mungkin itu salah satu cara untuk bersyukur.
Loh, kok malah jadi curhat yaaa... Tapi itu sedikit cerita dari keseharian baru saya. Kalau mau lebih lengkap, silakan buka tumblr saya ya.
Selamat tahun baru :)
Jadi ini postingan pertama saya di 2015, setelah sekitar empat bulan nggak posting. EMPAT BULAN? Iya. Dalam rentang waktu tersebut, bukannya saya tidak sama sekali mampir ke blogger.com loh. Beberapa kali saya coba nulis dan beberapa kali juga saya save as draft tulisan-tulisan itu. Well, ternyata nulis memang butuh timing. Nggak bisa dipaksakan atau benar-benar curi-curi kesempatan di tengah kesempitan. Uh, sempit banget emangnya?
Belakangan ini saya sudah mulai punya kesibukan baru setelah officially graduated :p Ternyata beraktivitas di Jakarta jauh memakan waktu dan tenaga dibanding di Depok. Dari harus bangun dan berangkat lumayan pagi buta, kemudian rebutan kursi di Transjakarta.
You know, i feel like a ballerina every morning.
Kenapa? Karena yaaa selama naik Transjakarta, kesempatan untuk dapat kursi itu cuma sepersekian persen deh kalau naiknya bukan dari shelter pertama. Ehm, dari shelter pertama juga nggak jamin juga sih sebenarnya.
Why ballerina? Ketika saya harus berdiri di tengah sesaknya Transjakarta, kadang kaki kiri sama kaki kanan jaraknya bisa jauh banget gitu, dan salah satu kaki kudu miring supaya tetap survive sampai shelter tujuan. Yeah, kaki bisa napak aja udah happy kok! Haha hello Jakartans!
Kalau dipikir-pikir dan dihitung-hitung, waktu aktivitas saya di Jakarta nyaris sama saja dengan ketika waktu di Depok dulu. Kalau dulu udah suka ngeluh "Aduh 19 mana sih? lama banget." atau "Depok mataharinya 10 kali nih." Sekarang jadi mikir 1000 kali buat ngeluhin itu lagi hahaha. Jakarta ya Jakarta, nggak bisa dibanding-bandingkan hebohnya. Jujur, saya menikmati segala cerita perjalanan dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, yang penuh akan drama itu. Mungkin itu salah satu cara untuk bersyukur.
Loh, kok malah jadi curhat yaaa... Tapi itu sedikit cerita dari keseharian baru saya. Kalau mau lebih lengkap, silakan buka tumblr saya ya.
Selamat tahun baru :)
