Sunday, May 18, 2014

Seruput Ide




Kata mudah diucapkan bagi mereka yang terbiasa bicara, mudah dituliskan bagi mereka yang selalu mendapatkan inspirasi. Layar 14’’ ini menjadi teman penuh perhatian ketika tuts keyboard ditekan satu persatu penuh irama. Tetap menyala terang selama kabelnya tetap terhubung dengan saklar. Tidak ada screensaver, hanya hitam sekejap ketika beberapa menit didiamkan. Namun tetap tidak berubah, ditekan satu tombol, menyala seperti sedia kala. Ketika layar menghitam, ada sekat dalam pempaparan ide. Berhenti, seperti butuh sesuatu.
Dapur menjadi harapan untuk menemukan sesuatu yang mampu menggeser sekat ini. Beberapa sachet hijau panjang kutemukan di atas microwave milik ibuku. Rasanya tidak perlu menimbang-nimbang, ujung sachetnya kusobek, lalu kupindahkan isinya ke dalam cangkir pemberian seorang teman. Kutuang air panas kedalamnya, aduk sebentar, lalu kuletakkan di samping teman penuh perhatian yang sedang gelap layarnya. Kuberanikan lagi untuk membuatnya menyala kembali. Sambil kuseruput sedikit-sedikit japanese green tea latte, ada perasaan tenang yang membuatku bisa berpikir lebih jernih.
Foam lembut pada minuman ini membuatku bisa menemukan keindahan melalui isi sebuah cangkir. Terlebih dengan pencampuran susu yang membuatnya jauh lebih menenangkan pikiran. Di samping kandungan green tea yang memiliki banyak manfaat, japanese green tea latte memberi kandungan lebih berupa penyegar ide bagi peminumnya yang sedang terhenti menulis skripsi seperti apa yang tengah dilakukan saat ini. (13/02/2014)

tulisan ini merupakan best 20 story telling esprecielo

Sunday, May 11, 2014

Cerita 30 Menit

Senang.
Setiap kegiatan, peristiwa, tragedi yang pernah kulalui selalu meninggalkan bekas di pikiran. Kali ini, aku akan menceritakan salah satu, sebagian kecil, atau bahkan sangat kecil dari apa yang pernah rutin kulalui terjadi hampir setiap pagi dan sore. Jadi, apa yang ingin kutulis?
Satu.
Dua.
Tiga.
Ya, cukup!
Sore itu, di angkutan umum berwarna oranye. Penumpang yang duduk di bangku yang paling pojok dekat jendela adalah aku. Bukan jendela, tapi kaca yang menghadap ke belakang maksudku. Senang bisa se-angkot dengan banyak orang berpakaian formal, seperti baru pulang bekerja. Wajah mereka tidak jarang yang kusut, laki-laki maupun perempuan. Meski para pekerja perempuan sepertinya sudah touch up sebelum pulang bekerja. Tetap usapan bedak tebal dan teman-temannya itu tidak dapat menutupi rasa penat para wanita pekerja itu.

Sunday, May 4, 2014

Maaf dan Terima Kasih

Selamat pagi hitam abu-abu! Aku tahu, kamu sedang senyum-senyum sendiri ketika sadar sedang dibicarakan olehku di sini. Tolong bersabar dulu, aku tidak ingin memuji-mujimu. Tidak juga ingin mencercamu yang sebenarnya tidak banyak bersalah. Hanya saja, tulisan ini dibuat untuk mengingat-ingat seberapa banyak cerita hidupku yang diam-diam diketahui dan ditertawakanmu. Semoga kamu berkenan wahai lembaran besi ajaib yang sudah baret-baret.
Sebenarnya aku tidak tahu pasti awal pertama kita bersahabat. Kamu datang karena kebutuhanku, aku ingat sekali. Waktu itu, ketika memiliki status baru sebagai mahasiswa (baru), kamu sudah hadir dengan kondisi sehat sempurna. Menemani menghabiskan waktu mengerjakan tugas orientasi fakultas dan universitas. Melalui kamu, informasi mengenai denah fakultasku dapat ditemukan. Melalui kamu, banyak teman baru sesama maba (mahasiswa baru) kudapatkan informasinya. Melalui kamu, aku mendapatkan pertolongan untuk mengubah foto selfieku menjadi terlihat karikatur, lagi-lagi untuk tugas orientasi. Iya, banyak sekali yang sudah kamu berikan sejak awal perkuliahan dulu. Bahkan, sudah hampir empat tahun. Kamu masih setia menemaniku untuk menyelesaikan tugas akhir.

Sunday, April 27, 2014

Asal Berkata

Ha ha ha
Tawa getir yang terus terdengar lirih dari orang yang berada di pantulan cermin. Mengingat kembali apa yang sedang terjadi, kemudian membuat korelasi terhadap kata-kata yang keluar dari mulut dan pikiran beberapa waktu yang lalu. Tuhan menjadi sangat usil kadang-kadang. Nyatanya memang selalu ada yang memperhatikan kita. Mulai dari tingkah laku, perbuatan, pikiran, bahkan perasaan yang tersembunyi sekalipun. Sementara itu kita, saya, suka seenaknya bertindak bodoh seakan-akan tidak ada yang lihat dan dengar. Cara Tuhan membuat korelasi antar kejadian mungkin sebagai penanda atas rasa perhatian-Nya, yang suka dirasa kurang oleh saya suatu waktu.

Sunday, April 20, 2014

Nasi dan Kambing

Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar frase 'nasi goreng'? Apakah sepiring nasi berwarna kecoklatan yang teraduk bersama telur, potongan cabai, dengan teman-temannya? Atau berbeda dari itu? Tidak masalah sih, karena nasi goreng yang pernah kita makan tidak selalu sama. Pengetahuan kita tentang nasi goreng tidak pernah sama. Apalagi saya yang seringnya hanya makan nasi goreng gerobakan yang sukanya buka di malam hari. Selebihnya? Mungkin nasi goreng buatan ibu, ataupun nasi goreng restoran, ya itu pun sangat jarang untuk dijadikan sebagai menu pilihan saya. Sementara itu, ada seseorang yang setiap ingin makan, hampir selalu memesan nasi goreng. Dimanapun ketika tulisan nasi goreng tercetak di daftar menu yang disediakan. Seringkali saya menebak-nebak menu apa yang akan ia pilih setelah diam cukup lama mengamati daftar makanan yang berentet. Setelah itu, ia berkata "nasi goreng."
 
Designed by Beautifully Chaotic