Senang.
Setiap kegiatan, peristiwa, tragedi yang pernah kulalui selalu meninggalkan bekas di pikiran. Kali ini, aku akan menceritakan salah satu, sebagian kecil, atau bahkan sangat kecil dari apa yang pernah rutin kulalui terjadi hampir setiap pagi dan sore. Jadi, apa yang ingin kutulis?
Satu.
Dua.
Tiga.
Ya, cukup!
Sore itu, di angkutan umum berwarna oranye. Penumpang yang duduk di bangku yang paling pojok dekat jendela adalah aku. Bukan jendela, tapi kaca yang menghadap ke belakang maksudku. Senang bisa se-angkot dengan banyak orang berpakaian formal, seperti baru pulang bekerja. Wajah mereka tidak jarang yang kusut, laki-laki maupun perempuan. Meski para pekerja perempuan sepertinya sudah touch up sebelum pulang bekerja. Tetap usapan bedak tebal dan teman-temannya itu tidak dapat menutupi rasa penat para wanita pekerja itu.
Sunday, May 11, 2014
Sunday, May 4, 2014
Maaf dan Terima Kasih
Selamat pagi hitam abu-abu! Aku tahu, kamu sedang senyum-senyum sendiri ketika sadar sedang dibicarakan olehku di sini. Tolong bersabar dulu, aku tidak ingin memuji-mujimu. Tidak juga ingin mencercamu yang sebenarnya tidak banyak bersalah. Hanya saja, tulisan ini dibuat untuk mengingat-ingat seberapa banyak cerita hidupku yang diam-diam diketahui dan ditertawakanmu. Semoga kamu berkenan wahai lembaran besi ajaib yang sudah baret-baret.
Sebenarnya aku tidak tahu pasti awal pertama kita bersahabat. Kamu datang karena kebutuhanku, aku ingat sekali. Waktu itu, ketika memiliki status baru sebagai mahasiswa (baru), kamu sudah hadir dengan kondisi sehat sempurna. Menemani menghabiskan waktu mengerjakan tugas orientasi fakultas dan universitas. Melalui kamu, informasi mengenai denah fakultasku dapat ditemukan. Melalui kamu, banyak teman baru sesama maba (mahasiswa baru) kudapatkan informasinya. Melalui kamu, aku mendapatkan pertolongan untuk mengubah foto selfieku menjadi terlihat karikatur, lagi-lagi untuk tugas orientasi. Iya, banyak sekali yang sudah kamu berikan sejak awal perkuliahan dulu. Bahkan, sudah hampir empat tahun. Kamu masih setia menemaniku untuk menyelesaikan tugas akhir.Sunday, April 27, 2014
Asal Berkata
Ha ha ha
Tawa getir yang terus terdengar lirih dari orang yang berada di pantulan cermin. Mengingat kembali apa yang sedang terjadi, kemudian membuat korelasi terhadap kata-kata yang keluar dari mulut dan pikiran beberapa waktu yang lalu. Tuhan menjadi sangat usil kadang-kadang. Nyatanya memang selalu ada yang memperhatikan kita. Mulai dari tingkah laku, perbuatan, pikiran, bahkan perasaan yang tersembunyi sekalipun. Sementara itu kita, saya, suka seenaknya bertindak bodoh seakan-akan tidak ada yang lihat dan dengar. Cara Tuhan membuat korelasi antar kejadian mungkin sebagai penanda atas rasa perhatian-Nya, yang suka dirasa kurang oleh saya suatu waktu.
Sunday, April 20, 2014
Nasi dan Kambing
Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar frase 'nasi goreng'? Apakah sepiring nasi berwarna kecoklatan yang teraduk bersama telur, potongan cabai, dengan teman-temannya? Atau berbeda dari itu? Tidak masalah sih, karena nasi goreng yang pernah kita makan tidak selalu sama. Pengetahuan kita tentang nasi goreng tidak pernah sama. Apalagi saya yang seringnya hanya makan nasi goreng gerobakan yang sukanya buka di malam hari. Selebihnya? Mungkin nasi goreng buatan ibu, ataupun nasi goreng restoran, ya itu pun sangat jarang untuk dijadikan sebagai menu pilihan saya. Sementara itu, ada seseorang yang setiap ingin makan, hampir selalu memesan nasi goreng. Dimanapun ketika tulisan nasi goreng tercetak di daftar menu yang disediakan. Seringkali saya menebak-nebak menu apa yang akan ia pilih setelah diam cukup lama mengamati daftar makanan yang berentet. Setelah itu, ia berkata "nasi goreng."
Sunday, April 13, 2014
Perempuan
Susunan kata yang berbeda dengan maksud yang sama. Itulah yang kutemukan di direct message twitter pagi ini. Masih suka aneh ketika kita memiliki kesamaan maksud, pikiran, ataupun perasaan pada waktu yang bersamaan. Baiknya dibiarkan saja untuk tetap menjadi misteri. Kali ini aku diminta untuk menulis untuknya (jelas), tentangnya, dan sesuatu yang sulit untuk dideskripsikan ke dalam tulisan hahaha.
Setiap orang tentu memiliki kecenderungan perasaan untuk diapresiasi, dinilai, dan dipuja-puji. Berbeda dengan kritik, saran, kecaman yang malah sering datang begitu saja tanpa diminta terlebih dahulu. Lalu bagaimana denganku yang diminta untuk menuliskan salah satu diantaranya? Oh, bukan itu seutuhnya. Namun sesuatu yang membentuk mengapa tiga hal itu bisa ada hingga sekarang. Kekurangan? Manusia pasti ada kurangnya, sebanyak apapun lebihnya. Manusia pasti selalu ada salahnya, sebesar apapun usahanya untuk menjadi benar di mata banyak orang. Sebenarnya aku kurang suka ketika diminta untuk menilai, yang jatuhnya malah menghakimi. Jadi, baiknya aku menceritakan siapa raga dan jiwa yang mencoba meneruskan tulisan pada halaman ini. Siapa tahu, dengan ini kamu bisa menemukan beberapa clue sebagai jawaban yang kamu pesan tadi pagi.
Setiap orang tentu memiliki kecenderungan perasaan untuk diapresiasi, dinilai, dan dipuja-puji. Berbeda dengan kritik, saran, kecaman yang malah sering datang begitu saja tanpa diminta terlebih dahulu. Lalu bagaimana denganku yang diminta untuk menuliskan salah satu diantaranya? Oh, bukan itu seutuhnya. Namun sesuatu yang membentuk mengapa tiga hal itu bisa ada hingga sekarang. Kekurangan? Manusia pasti ada kurangnya, sebanyak apapun lebihnya. Manusia pasti selalu ada salahnya, sebesar apapun usahanya untuk menjadi benar di mata banyak orang. Sebenarnya aku kurang suka ketika diminta untuk menilai, yang jatuhnya malah menghakimi. Jadi, baiknya aku menceritakan siapa raga dan jiwa yang mencoba meneruskan tulisan pada halaman ini. Siapa tahu, dengan ini kamu bisa menemukan beberapa clue sebagai jawaban yang kamu pesan tadi pagi.
