Sunday, April 13, 2014

Perempuan

Susunan kata yang berbeda dengan maksud yang sama. Itulah yang kutemukan di direct message twitter pagi ini. Masih suka aneh ketika kita memiliki kesamaan maksud, pikiran, ataupun perasaan pada waktu yang bersamaan. Baiknya dibiarkan saja untuk tetap menjadi misteri. Kali ini aku diminta untuk menulis untuknya (jelas), tentangnya, dan sesuatu yang sulit untuk dideskripsikan ke dalam tulisan hahaha. 

Setiap orang tentu memiliki kecenderungan perasaan untuk diapresiasi, dinilai, dan dipuja-puji. Berbeda dengan kritik, saran, kecaman yang malah sering datang begitu saja tanpa diminta terlebih dahulu. Lalu bagaimana denganku yang diminta untuk menuliskan salah satu diantaranya? Oh, bukan itu seutuhnya. Namun sesuatu yang membentuk mengapa tiga hal itu bisa ada hingga sekarang. Kekurangan? Manusia pasti ada kurangnya, sebanyak apapun lebihnya. Manusia pasti selalu ada salahnya, sebesar apapun usahanya untuk menjadi benar di mata banyak orang. Sebenarnya aku kurang suka ketika diminta untuk menilai, yang jatuhnya malah menghakimi. Jadi, baiknya aku menceritakan siapa raga dan jiwa yang mencoba meneruskan tulisan pada halaman ini. Siapa tahu, dengan ini kamu bisa menemukan beberapa clue sebagai jawaban yang kamu pesan tadi pagi.

Tuesday, April 8, 2014

Perjalanan ke Freedom Institute

Tepat pukul 11.00 WIB, soal serta Lembar Jawaban Komputer (LJK) kutinggalkan di atas meja. Mengenai apa yang telah kukerjakan, rasanya tidak ada yang benar-benar meyakinkan jawabannya. Kepalaku pusing, sudah lama tidak menyentuh puluhan soal bahasa inggris semacam itu. Aku adalah orang kedua terakhir yang keluar dari ruangan itu. Sulit sekali, aku kekurangan waktu untuk membulatkan jawaban pada nomor-nomor soal listening yang sulit kutangkap suaranya. Semoga saja hasilnya tidak terlalu buruk, sehingga tidak begitu mengecewakan orang-orang di rumah, pikirku. Seharusnya, ada sesi yang masih bisa kuikuti, yaitu oral test, meski cuma sebagai option. Aku memilih untuk segera keluar dari gedung berlantai empat itu, lalu cepat-cepat mencari angkutan kota 26 yang dapat mengantarkan ke Kampung Melayu.

Sunday, March 30, 2014

Rumah Impian

Memiliki sebuah rumah tentu menyenangkan bagi setiap orang, ya kalau di buku IPS kelas 3 SD pun dikatakan kalau rumah (papan) adalah kebutuhan pokok manusia setelah sandang dan pangan. Aku pun pasti ingin memiliki rumah suatu saat nanti, setelah hampir 22 tahun dibesarkan di lima rumah yang berbeda. Banyak ya, ternyata keluargaku hobi berpindah-pindah ketika itu. Mengalami banyak perpindahan membuatku 'dipaksa' untuk cepat beradaptasi dengan orang baru. Ingat sekali ketika masih pra TK, aku sedang hobi bermain dokter-dokteran di lantai dua rumah seorang teman. Namun, orangtua tiba-tiba memberitahuku kalau kita akan segera pindah.

Sunday, March 23, 2014

Mata?

Seberapa banyak kata yang membutuhkan mata? Dari mata hati hingga mata kaki. Ada puluhan bahkan ratusan kata yang menjadi lebih bermakna ketika ditambahkan mata. Sebegitu pentingkah? Iya. Bagaimana sesuatu bisa dibilang penting kalau kita tidak tahu dasarnya? Maka, lagi-lagi kita perlu mata untuk melihat seberapa besar kadar suatu hal untuk dipikirkan, dibicarakan, dan diteliti lebih dalam. Mata, bukan hanya organ, melainkan celah untuk melihat lebih banyak warna dibanding ketika mata ini dipejamkan. Hanya hitam. Serta kilatan tak tentu arah.
Warna memang banyak. Hitam dan putih juga termasuk. Namun, mengapa kita harus terpaku pada monokrom apabila ada multikrom? Mengapa harus lagi-lagi biru dongker, kalau peach dan biru muda juga bersanding di  tempat yang sama? Banyak sekali pilihan, ketika mata dibiarkan untuk terus berjelajah. Banyak sekali bentuk ketika mata dibiarkan untuk terus berjalan-jalan. Seperti deretan tuts hitam pada keyboard ini. Semuanya bisa dipilih, diketik, dirangkai, dan dijadikan berbagai catatan sesuai kesukaan.

Sunday, March 16, 2014

Mahasiswa Tingkat Akhir

Ketik dua baris. Hapus sebaris. Sudah dua alinea. Alinea pertama tidak koheren. Begitu seterusnya. Proses yang akan terus memanjang hingga deadline yang benar-benar berani membuat semuanya berhenti. Kemudian ada pertanyaan yang menggerayangi kita, seperti 'udah maksimal belum ya kemarin?' 'aduh ada yang kurang nggak ya?' dan mungkin banyak pertanyaan lainnya yang akan lebih mengganggu pikiran. Mengapa saya tidak menyebutkan semuanya? Karena saya pun belum mengalaminya hahaha. Namun, sedang dalam usaha menuju kesana. Kalau diibaratkan tokoh kartun larva, mungkin saya adalah si kuning yang hampir dehidrasi kehabisan air tanah. Masih hampir, belum sampai kehabisan sih. Apa sih saya ini. (-_-)
 
Designed by Beautifully Chaotic