Tuesday, October 1, 2013

Rindu Langit Biru

Pagi memintaku menemani untuk jalan-jalan di bawah langit yang kata orang lagi bersih-bersihnya, matahari pun baru muncul ketika itu. Kususuri jalan dengan bolak-balik melirik langit, mencari biru muda yang kuharapkan sejak bangun tidur. Lalu ku menunduk. Kali ini aku hanya berjalan melewati kavling demi kavling perumahan yang rasanya membuat aku makin sulit berjalan. Jalan ini sesak akan kendaraan yang diam, mungkin sebentar lagi akan dinyalakan mesinnya, lalu meluncur dengan ribuan kendaraan lainnya.
Aku tetap menunggu lukisan itu berwarna biru, meski tidak mungkin rasanya. Semakin dimakan menit, lukisan itu makin putih kusam. Kendaraan semakin menyeruak ke jalan raya, asap mengepul. Beberapa kali kututup hidungku saat kepulan abu-abu itu menghampiri udara, padahal tadinya hanya sekumpulan oksigen yang bakal kuhirup. Tertunduk aku pada kenyataan. Pagi ini bising serta menyesakkan. Merah, putih, hitam, abu-abu, begitulah warna kendaraan yang kulihat mondar-mandir mengantar manusia didalamnya. Volume kendaraan yang berlebihan ini begitu menyesakkan. Kepulan asapnya yang membuat langitku enggan menjadi biru lagi.

Monday, August 19, 2013

Nyatakah?

Retno Andini, 8/19/2013

Senja menyusup lewat celah-celah jam dinding
Mengetuk papan bernama hati untuk tenang
"sudah jangan dipikirkan", katanya
Serangkaian alfabet berhenti meluncur dari bibir
Namun bergumulan di pojok organ satu itu

Tuesday, June 4, 2013

Tinggal Jauh

Halo kamu, siapapun yang sedang menyempatkan diri melihat tulisan acak-acakan saya! :)
Ada rasa yang begitu aneh saat sedang duduk tengkurap di depan laptop saat ini. Ada yang begitu isengnya membuat kepala saya seperti diputari burung-burung khas tayangan animasi anak. Ada pula yang membuat saya senyum lalu sedih lagi. Ah, kenapa sih saya ini? PMS bukan. Lalu? Mungkin sindrom seminggu sebelum kepergian ke kota satu itu, dan meninggalkan rumah selama 1,5 bulan lamanya. 

Keke? Tinggal sendiri? Yakin bisa?

Sunday, April 14, 2013

Menjaga

Aku sangat sedang merindukan tulisan namun sayangnya aku sedang tidak bisa lancar menulis. Beberapa kali kusempatkan untuk blogwalking, setidaknya aku masih bisa menguyah sekumpulan tulisan indah dari orang-orang yang kutemui di dunia jaringan bernama internet ini. Dan anehnya, dari sekian tulisan yang sempat kubaca, sebagian besar adalah tentang kehilangan dan perasaan yang amat sulit untuk dideskripsikan karenanya.
Apakah kamu pernah merasakan kehilangan beberapa orang istimewamu dalam hanya jangka waktu 10 tahun? Aku sendiri tidak pernah terbayang akan hal itu. Namun, ada dari kita yang pernah melewatinya dengan sekumpulan perasaan yang dia pikir tidak akan ada orang yang mengerti perasaannya saat itu, atau bahkan sampai kini. Beberapa dari kita mungkin tidak pernah menyadari tentang berharganya seseorang dalam hidup kita, terdengar klise, namun untuk kali ini sepertinya ini serius. Ah ya, susah sekali untuk meyakinkan.

Saturday, March 16, 2013

Bingkisan

Pintu satu itu terketuk kembali, kencang tidak karuan. Aku membukakannya lalu menerka-nerka apa lagi maksud kedatangannya. Dari penampilannya yang begitu menawan, dengan mudahnya aku terseret untuk segera mengiyakan apa maunya. Sesuatu yang memang aku harapkan bertahun-tahun. Seperti kehilangan akal, bahagiaku meledak seakan-akan aku telah berhasil mendapatkannya. Padahal yang kuterima baru bingkisan dengan kertas kado daun maple, belum tahu isinya. Berhari-hari aku memikirkannya, apakah perlu aku buka secepatnya bingkisan ini atau kediamkan lebih dahulu. Dalam separuh waktuku memikirkannya, datang lagi bingkisan dengan bungkus yang transparan. Yang satu ini sudah pasti, jelas akan sangat bisa aku miliki. Aku hanya diberi kesempatan untuk memilih salah satu diantaranya. Rasanya tidak bisa tidur.
 
Designed by Beautifully Chaotic