Halo, blog! Ini hari terakhir nilai-nilai semester 5 bermunculan loh di sistem akademik kampus. So far so..... good or bad? Well, hasilnya biasa-biasa aja. Masih logis lah kalo dibanding sama apa yang gue lakuin selama 3 bulan terakhir ini hihihi. Yap, saya selalu bersyukur dan berusaha untuk terus bersyukur, apapun hasilnya apapun keadaannya. Terus mau ngomongin nilai? Ngomongin IP? Apa mau ngomongin masa depan? Hahaha salah semua! Mau ngomongin kamu dong........ eh salah juga. Lagi pengen nulis aja, maaf kalau gak beraturan gitu ya tulisannya.
Monday, January 14, 2013
Monday, January 7, 2013
Hujan
Datang menderu-deru. Tak mau kalah untuk jatuh duluan. Seperti siang
ini, di ruangan kamar yang hanya mengandalkan secuil sinar matahari untuk menerangi. Gelap sekali. Aku hanya butuh sinar dari layar laptop untuk tidak begitu mengubah suasana saat ini. Sesekali kutengok lewat
jendela, mereka masih menderu-deru, entah sampai kapan. Sayang sekali untuk melewatkan suasana seperti ini untuk tidur sampai 2 jam kedepan. Iya, ini sangat tumben.
Dingin. Mungkin suasana ini akan agak mencekam bila kusetel trans tv yang menampilkan film horor tiap siangnya. Padahal aku pun tidak pernah berani menontonnya sendirian, terlalu menyeramkan. Dengan sendirian di rumah seperti ini pun sudah cukup membuat agak mencekam. Haha bercanda.
Aku kembali pada diriku.
Dingin. Mungkin suasana ini akan agak mencekam bila kusetel trans tv yang menampilkan film horor tiap siangnya. Padahal aku pun tidak pernah berani menontonnya sendirian, terlalu menyeramkan. Dengan sendirian di rumah seperti ini pun sudah cukup membuat agak mencekam. Haha bercanda.
Aku kembali pada diriku.
Apakah aku pernah menjadi seperti tetesan
hujan? Berjatuhan bersama jutaan tetesan lainnya, mencari tempat untuk
singgah kemudian pergi ke muara lalu kembali lagi menguap menjadi hujan.
Ya, kupikir ini siklus kehidupan. Semua orang sedang mengalaminya.
Jatuh, tenang, naik, lalu terbang tinggi. Fase yang paling menyenangkan
menurutku ya fase tenang, ketika aku tidak perlu merasakan takut akan jatuh atau
bermimpi muluk-muluk untuk naik lalu terbang. Aku sedang stagnan, datar, tenang,
tanpa mengetahui harapan. Bahaya mungkin. Tapi perasaan seperti ini
hanya kurasakan saat ini, ketika hujan dan gelap menemani.
14:02 iseng diselimuti dingin
Monday, December 31, 2012
Terima Kasih
Aku berpikir kemudian ragu-ragu
Aku menulis kemudian diam
Aku mencoba menangis kemudian malah tertawa kecil
Aku berpasrah diri kemudian bahagia
Aku bersyukur kemudian bahagiaku bertambah
Setiap ritme kehidupan berusaha kunikmati sepenuhnya, berharap segala sesuatunya akan berakhir pada bahagia. Sempat aku terlunta-lunta bagai kepingan puzzle yang hilang, lalu terbawa angin ke sebuah lembah. Iya, lembah sunyi yang membuatku memiliki banyak waktu untuk berpikir, meresapi apa yang telah kulakukan, dan merancang kembali semuanya demi bahagiaku. Tadinya kupikir membahagiakan orang itu penting. Ternyata ya memang penting, tapi apa tidak lebih baik aku membahagiakan diriku sendiri, kemudian semua menjadi lebih mudah. Berbagi kebahagiaan namanya.
Saturday, November 24, 2012
Akhir
Banyak sekali yang bisa diceritakan akhir-akhir ini, sayangnya aku sedang merasa kesulitan dalam merangkai kata. Entahlah apa sebabnya.
Aku sedang kagum dengan sesuatu yang bernama kehidupan, yang kadang begitu kusut. Namun tahukah kau, bagaimana rasanya bila kekusutan itu lama-lama terurai seperti layaknya benang yang kembali pada gulungannya setelah lama diacak-acak? Lega. Ya, cuma itu yang kurasa saat ini. Tidak ada lagi yang tiba-tiba mengganjal pikiran, mendistraksi waktu-waktu yang seharusnya lebih berkualitas.
Semuanya memang butuh akhir, yang menyenangkan atau tidak. Aku tidak takut, maksudnya baru saja merasa kalau akhir tidak perlu ditakuti. Karena akhir merupakan permulaan yang baru saja dimulai. Selamat datang permulaan! :)
Aku sedang kagum dengan sesuatu yang bernama kehidupan, yang kadang begitu kusut. Namun tahukah kau, bagaimana rasanya bila kekusutan itu lama-lama terurai seperti layaknya benang yang kembali pada gulungannya setelah lama diacak-acak? Lega. Ya, cuma itu yang kurasa saat ini. Tidak ada lagi yang tiba-tiba mengganjal pikiran, mendistraksi waktu-waktu yang seharusnya lebih berkualitas.
Semuanya memang butuh akhir, yang menyenangkan atau tidak. Aku tidak takut, maksudnya baru saja merasa kalau akhir tidak perlu ditakuti. Karena akhir merupakan permulaan yang baru saja dimulai. Selamat datang permulaan! :)
Thursday, November 15, 2012
Trapesium
Aku adalah garis yang terus memanjang tanpa tahu arah. Jujur saja aku menikmati perjalanan ini, karena aku memang harus terus memanjang supaya bisa menjadi bangun datar yang sempurna, dengan ukuran yang-semoga-saja proporsional. Garis-garis yang lain pun tahu kalau aku begini karena ingin menjadi bangun ruang. Mereka melihatku dari jauh, sesekali mendekatiku kemudian pergi lagi dan mendoakan agar semuanya bisa baik pada akhirnya. Aku seringkali lelah juga, merasa dan berpikir apakah ini harus aku lanjutkan?

